Puisi Ramadhan

Tulisan Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Juli 2015
Puisi Lailatul Qodar

Puisi Lailatul Qodar

Puisi Malam Lailatul Qodar satu malam yang nilainya sama dengan 1000 bulan , malam di mana para malaikat turun ke bumi ,

Puisi Malam Lailatul Qodar satu malam yang nilainya sama dengan 1000 bulan , malam di mana para malaikat turun ke bumi , Malam di mana segala nikmat di turunkan, pengampunan, dan malam yang penuh keistimewaan lainya . Indahnya islam . Selamat membaca .

Di bulan ramadhan yang penuh berkah
Di bulan itu al-qur'an di turunkan
Dan di bulan itu ada satu malam yang di istimewakan .
Banyak umat islam menjalani puasa
Hampir semua ibadah di bulan itu di aktifkan .

Lailatul qodar menjadi bingkisan istimewa yang maha kuasa
Satu malam bernilai seribu bulan
Bagi mereka yang beriman ini adalah keistimewaan
Bagi yang ingkar ini adalah pertanyaan besar
Ada apa dengan malam lailatul qodar
Mitos ataukah memang kenyataan .

Kita sebagai umat islam harus bangga
Bahwa ajaran kita memberikan sesuatu yang istimewa
Sebuah ilmu yang sulit di terka manusia
Yaitu adanya Satu malam yang sangat bernilai harganya .

Yang pasti Malam Lailatul Qodar Tidak sama nilainya dengan malam-malam lainya
Malam minggu
Malam Tahun Baru
Malam Pertama
Apalagi malam Valentine
Oh sangat jauh berbeda....

Malam lailatul qodar di peringati umat islam seluruh dunia.
Omong kosong kalau katanya islam tidak gaul dan tidak modern
Faktanya , sebelum trend malam minggu dan malam tahun baru
Agama kita sudah mengajarkan malam lailatul qodar
Nah yang ikut ikutan siapa ?

Agama sumber inspirasi
Yang di hina dan di caci
Tapi juga yang di cinta dan di cari
Dari Dulu Hingga Sekarang ini
mudah mudahan kita bisa menemui malam lailatul Qodar
Amin.....
Sabtu, 04 Juli 2015
PUISI MALAM NUZULUL QUR'AN ROMANTIS

PUISI MALAM NUZULUL QUR'AN ROMANTIS

PUISI MALAM NUZULUL QUR'AN ROMANTIS
Selamat menjalankan ibadah puasa , semoga puasa kita di terima oleh Allah S.W.T , Berikut ini adalah puisi untuk memperingati malam nuzulul qur'an , yang biasa di peringati setiap tanggal 17 Ramadhan . Puisi ini sangat romantis sekali jika di bacakan kepada kekasih , karena dalam penyampainya sangat indah sekali . Puisi seorang ahli tajwid yang ingin menyampikan rasa cintanya kepada kekasih . Selamat Membaca .
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Saat pertama kali berjumpa denganmu,
aku bagaikan berjumpa dengan saktah,
yang hanya bisa terpana dengan menahan nafas sebentar.
Aku di matamu mungkin bagaikan nun mati di antara idgham billaghunnah,
terlihat, tapi dianggap tak ada.
Aku ungkapkan maksud dan tujuan perasaanku seperti Idzhar,
jelas dan terang.
Jika mim mati bertemu ba disebut ikhfa syafawi,
maka jika aku bertemu dirimu, itu disebut cinta.

Sejenak pandangan kita bertemu,
lalu tiba-tiba semua itu seperti Idgham mutamaatsilain,
melebur jadi satu.
Cintaku padamu seperti Mad Wajib Muttasil,
Paling panjang di antara yang lainnya.
Setelah kau terima cintaku nanti,
hatiku rasanya seperti Qalqalah kubro,
terpantul-pantul dengan keras.
Dan akhirnya setelah lama kita bersama,
cinta kita seperti Iqlab,
ditandai dengan dua hati yang menyatu.

Sayangku padamu seperti mad thobi'I dalam Al-Qur'an...
Buanyaaakkk beneerrrrr..
Semoga dalam hubungan kita ini seperti idgham bilaghunnah
yang cuma berdua, lam dan ro' .
Meski perhatianku ga terlihat seperti alif lam syamsiah,
namun cintaku padamu seperti alif lam Qomariah, terbaca jelas.
kau & aku sepeti Idgham Mutaqooribain,
perjumpaan 2 huruf yang sama makhrajnya tapi berlainan sifatnya

Layaknya huruf Tafkhim, Namamu pun bercetak tebal di fikiranku..
Semoga aku jadi yang terakhir untuk kamu seperti mad aridlisukun.

Demikian , puisi nuzulul qur'an ini semoga bermanfaat amin .
Selasa, 23 Juni 2015
PUISI CINTA UNTUK KASIH LDR KU

PUISI CINTA UNTUK KASIH LDR KU

PUISI CINTA UNTUK KASIH LDR KU
PUISI CINTA UNTUK KASIH LDR KU , untuk yang lagi berjauhan , melepas rindu hanya lewat kata, memupuk hanya lewat suara . Tak pernah berpegangan, tak pernah bertatapan , hanya lewat perasaan dan kepercayaan . Cinta dan sayang ini tumbuh berkembang . Cinta dan sayang ini terpatri di hati . Ragu terkadang mengganggu , tertekan rindu ingin segera bertemu bercanda dan tertawa bersama . Untukmu yang jauh di sana . mudah-mudahan selalu bersabar , selalu tegar memegang satu cinta satu hati biarpun kita berjauhan . Biarlah kita berpisah untuk sementara namun kita akan bersatu untuk selamanya .

Dari Jauh

Dari jauh, aku memandangmu
Lewat semua mata hatiku
Dari jauh, aku mengagumimu
Lewat semua kisah tentangmu

Dari jauh, aku mengkhayalkanmu
Tanpa peduli kata hatiku
Dari jauh, aku larut dalam suka citamu
Bagai bertemu air jernih dipadang tandus

Dari jauh, aku hanyut dalam dukamu
Bagi tersesat dalam mimpi buruk
Dari jauh, kukirim do'a untukmu
Do'a tulus, do'a tak bersyarat

Dari jauh, kulukis engkau dalam tidurku
Lewat beragam bunga tidurku
Dari jauh, aku titipkan hatiku padamu
Agar kau senantiasa setia padaku
Dari Jauh Aku Cinta KaMU
Minggu, 21 Juni 2015
Puisi Renungan Kematian Dari Imam Al-Ghozali

Puisi Renungan Kematian Dari Imam Al-Ghozali

Puisi Renungan Kematian Dari Imam Al-Ghozali
Puisi Renungan Kematian Dari Imam Al-Ghozali ulama besar yang bergelar Hujatul Islam . Ulama sufi yang melegenda di seluruh dunia . Saat aku membaca puisi ini tidak menyangka , kalau ada ulama juga suka buat puisi . Setelah aku bertanya pada seorang ustadz jawabnya . Ulama-ulama jaman dulu itu suka membuat puisi,syair dan pantun yang berisi tentang nasehat . Alasanya di samping indah di dengar juga mudah di ingat , karena kata-katanya di buat sederhana namun berbobot . Puisi Imam Al-Ghozali ini sangat kritis banget memandang sebuah kematian , nyaris di bilang seakan-akan kita sudah masuk alam kematian itu sendiri . Inilah puisinya , selamat membaca .

Sunngguh, Kematian pasti akan tiba
dan Tuhan sudah menentukan waktunya
Orang yang merasa bahwa
kematian menjadi kepastiannya
akan senantiasa menyadari bahwa

Ada masa dimana Tanah menjadi tempat pembaringannya;
Ulat menjadi temannya, Munkar dan Nakir menjadi tamunya;
Kuburan menjadi tempat tinggalnya;
Perut bumi menjadi tempat menetapnya;
Surga atau neraka menjadi tempat kembalinya,

Orang beriman tidak punya fikiran lain
selain tentang kematian,
dan tidak mengingat kecuali kepadanya
tidak melakukan persiapan kecuali untuknya
tidak melakukan usaha kecuali untuknya
tidak berambisi kecuali kepadanya
tidak melakukan pendakian kecuali di atasnya;
tidak punya perhatian kecuali terhadapnya;
tidak mengumpulkan daya kekuatan
kecuali untuk menghadapinya;
dan tidak ada penantian
dan kesiap-siagaan kecuali untuknya.

Terima Kasih .
Puisi Renungan Masa Depan

Puisi Renungan Masa Depan

Puisi Renungan Masa Depan
Selamat menunaikan ibdah puasa , semoga ibadahnya di terima oleh Allah S.W.T dan Kelak dapat Syafaatnya Rosulullah . Amin...., Beriku ini sebuah puisi untuk bahan perenungan tentang masa depan . Masa di mana yang belum pernah kita jalani dan belum pernah kita ketahui bagaimana pastinya . Paling mendasar adalah bertanya " Apakah Kehidupan Setelah Mati Itu Ada ? " . Iya sesedarhana itu pertanyaanya , tapi itu adalah sebuah kenyataan yang setiap manusia pasti menjalaninya . Beda jika pertanyaanya , seputar masalah cita-cita dan cinta , maka setiap orang belum tentu mengalaminya . Oke begitu saja tentang bagaimana kita mengawali perenungan untuk masa depan . Sekarang saya akan bacakan sebuah puisi yang behubungan dengan masa depan .

Dalam sebuah malam yang sepi dan dingin
Diriku terdiam di dalam renungan yang mendalam
Kehilangan arah akan harapan dan masa depan
Ketakutan dengan kesalahan yang mengiang di masa lampau

Kesalahan yang jauh terbentang di masa lalu
Yang sepi sunyi penuh dengan derita
Merasakan kelelahan mendalam dalam duka yang parau
Yang tak akan selesai dalam renungan tak punya ujung

Harapan akan datang dengan sendirinya
Namun harapan itu dibalut waktu dan kesunyian yang tak berada
Melihat masa-masa di masa mendatang
Sebuah dunia yang jauh dari harap dan tangan relung

Dunia itu mungkin bersinar layaknya mentari di siang benderang, barangkali hitam layaknya kelamnya malam
Hidup yang meriah penuh pesta-pesta, atau sepi dalam duka dan kelana
Dan kenyataan akan membawa kehidupan di dalam jalan yang jauh
Dan waktu akan mengantar dalam hidup yang jauh

Terima Kasih .
Sabtu, 20 Juni 2015
Puisi Ramadhan Stop Pacaran Start Tadarusan

Puisi Ramadhan Stop Pacaran Start Tadarusan

Puisi Ramadhan Stop Pacaran Start Tadarusan

Puisi Ramadhan Stop Pacaran Start Tadarusan - pesan untuk yang lagi kasmaran kalau bisa di bulan puasa ini stop dulu pacaranya , gombalanya, hal-hal yang berbau dosa . Sebaiknya luangkan waktu bersama untuk diskusi tentang agama , baca alqur'an bersama . Cie indahnya .  Tapi kalau pacarnya jauh bagaimana dong ? Kalau pacarnya jauh , itu malah semakin bagus , toh pacaran ini saja . Saya kira mending waktu pacaran berjuahan , nanti saat sudah nikah selalu bersama selamanya . Dari pada waktu pacaran dekat kaya perangko , giliran sudah nikah eh malah pada berjauhan , hidup di perantuan , parah lagi hihihi udah nikah di tinggal pergi bersama selingkuhan . Sekali lagi , orang pacaran ini saja , jarak jauh tidak apa , malah bisa meminimalisir dosa , di samping terpenuhinya kebutuhan kita sebagai manusia pada sesuatu yang si sebut Cinta .Untuk yang pacarnya jauh , bisa tadarus bersama lewat Telphone , gimana setuju ?..... . Adapun puisinya adalah sebagai berikut .

Sayang....
Hidup bersamamu bagi itu anugerah
Suka cita yang mahal dan tak ternilai
Biar mau di kata apa dan mau bagaimana
Rasanya tak ingin kau hilang walau sekejap mata .

Bersamamu itu menyenangkan dan tak membosankan
Hatiku rasanya tenang, perasaanku bahagia...
Senyum dan tawakku tak akan bisa mewakili rasa yang ada
Tanpa kau belai, tanpa kau peluk tanpa kau goda.
Dengar suaramu saja , hati berdebar badan bergetar.


Aku tak ingin kehilangan walau saat ini belum di pertemukan.
Di bulan ramadhan ini , ku ingin kita mendekatkan pada tuhan
Agar semua apa yang kita cita dan cintakan , di kabulkan.
Agar sayang yang ada semakin besar dan semakin dalam
Hingga akhirnya kita benar-benar di pertemukan
Dalam satu ikatan suci yang abadi hingga akhir nanti.

Di bulan yang suci ini....
Ku ingin kita baca bersama kalam illahi...
Agar dapat berkah , hubungan kita bernilai ibadah...
Di beri petunjuk dan pertolongan serta kemudahan..
Bagaimana agar cinta kita ini dapat ridho Illahi...
Hingga pada akhirnya , di berhasil membuat sebuah keluarga
Sakinah, Mawaddah Warrahmah....
Amin.....
Untuk itu sayang....
Mari kita stop dulu smsan...
Kita stop dulu chatingan...
Mari kita sempatkan barang sebulan
Bersama kita baca Alqur'an..
Dari Juzz Pertama Hingga Khatam....
I Love You.... Sayang.....
Jumat, 19 Juni 2015
Puisi Renungan Saat Harus Memilih

Puisi Renungan Saat Harus Memilih

Puisi Renungan Saat Harus Memilih
Puisi renungan dan motivasi saat kita lagi gelisah dan sedih karena bingung menentukan pilihan . Entah itu memilih jodoh,pekerjaan,status hubungan , sekolah dan lain sebagainya . Hampir setiap saat setiap waktu , kita di suguhi berbagai pilihan , kadang tegas, kadang linglung dan bingung . Puisi ini mudah-mudahan bisa memberi inspirasi dan motivasi , saat kita menghadapi permasalahan seperti ini .
Terkadang kita harus memilih jalan hidup
Yang mungkin bagi orang lain itu adalah salah
Salah dan benar bukanlah hal yang pasti
Kita hanya dapat merasakannya dan meresapinya

Hidup adalah kumpulan pilihan yang kita buat
Kesalahan hanya ada ketika kau sama sekali tidak memilih
Percayalah pada hatimu, percayalah pada kepalamu
Berfikir dan merasakan untuk mendapat kebenaran

Jalan hidup panjang membentang
Jangan berhenti karena suatu salah
Tetap menatap masa depan yang luas
Menyesap sari hidup yang manis tak terkira

Hidup adalah pilihan dan tindakan
Kita tak bisa hidup hanya dengan impian
Namun impian adalah inti dari hidup
Yang membuatmu terus menatap masa depan
Puisi Renungan Ramdhan Ini

Puisi Renungan Ramdhan Ini

Puisi Renungan Ramdhan Ini

Puasa  bukan sekedar nahan lapar dan dahaga , di balik perintah itu pasti ada maksud yang di tuju , yaitu bagaimana cara kita memerangi hawa nafsu . Sebagai media pertandinganya adalah menahan lapar dan dahaga . Kata seperti ini sudah banyak di dengar oleh kita , bahkan sangat sering sekali tapi kenapa masih saja kita sering melakukan dosa . Puisi renungan di bulan ramadhan ini , moga bisa memotivasi kita agar segera berbenah diri . Amin.....

Kita adalah entitas yang fana
Terkadang merana di dalam asa
Kehidupan dan kematian silih berganti menyapa
Di dalam kehampaan rasa yang tak mampu teraba
Kita hidup dalam dunia yang hampa
Setiap rasa dan sapa hanyalah fantasi tanpa rupa
Mencicip tanah yang semakin sempit dan papa
Yang terus saja membuat luka, perih, dan nestapa
Kita masih saja menyalahkan awan
Yang jauh di luar jangkauan tangan dan kepala nalar
Apa kita sudah begitu perkasa
Mengganggap diri sebagai dewa

Astagfirullah.....Al adzim.......
Breaking News
Loading...
Kirim Puisi
Press Esc to close
Copyright © 2013 Puisina.Com All Right Reserved